Kamis, 24 Mei 2012

puisi cinta ala bidan

Cinta sejati perlu proses ... cinta harus menunggu seperti ibu hamil menunggu 9 bulan 9 hari ... Cinta juga harus perlu perjuangan seperti ibu yang mengedan antara hidup dan mati ... Hingga nanti akhirnya melahirkan cinta yang indah seperti lahirnya bayi yang merupakan anugrah

Senin, 21 Mei 2012

Diary hari ini ....

Cintaku mengenalkanku bagaimana kehidupan berjalan. Berat memang namun jika dijalani semuanya akan mudah katanya. Aku mungkin dalam ujian besar dari Allah. Masalah bertubi-tubi datang dari helm hilang di tempat kerja, handphone terjatuh di jalan, lalu masalah di tempat kerja dulu kacau fikiranku saat ini. Rasanya ingin bunuh diri. Bagaimana tidak ? dokter pimpinan di rumah bersalin tempat aku kerja dulu marah besar karena aku berhenti kerja, sampai-sampai beliau menyatakan pada sahabat karibku ingin mehubungi seluruh rumah sakit yang ada di Banjarmasin untuk tidak akan menerima aku bekerja. Memang salahku dari awal tidak memberitahu beliau kalau aku berhenti bekerja, aku hanya memberitahu pada bagian administrasi (yang merupakan kerabat dari dokter) saja kalau aku ingin berhenti bekerja di rumah bersalin itu. Aku seperti penjahat yang tak terampunkan. Mungkin baginya sangat fatal kesalahanku. Tidak hanya itu, aku mengetahui orang yang ku anggap saudara ternyata menjatuhkanku. Entah apa tujuannya seperti itu ? Dia mengatakan ke teman baikku kalau aku memaksa dia bekerja menggantikanku. Dia juga mengatakan kalau dia telah banyak 'makan' uang dan jasaku sehingga aku dikira memanfaatkannya. Ya Allah perihnya hatiku. Aku tak tau mengapa dia berbicara seperti itu.
Kacau, Kalut, sakit perasaanku, aku terus menangis mengingat hal itu, namun cintaku menegarkanku. Cintaku menyatakan bahwa jika kita selalu memikirkan jalannya kehidupan maka akan berat kaki kita melangkah, tapi jika kita jalani seperti air yang mengalir maka kita akan mudah menjalaninya. Cintaku juga mengatakan bahwa kita memiliki Allah yang telah mengatur hidup, mati serta rezeki kita dan jangan takut terhadap ancaman seperti itu. Dia mengatakan bahwa seorang dokter atau pimpinan bukan orang yang hebat, dia marah ketika aku selalu memikirkan dan mengingat hal itu. Dia kembali memberiku gambaran yang menurutku hal itu sangat benar dia katakan, dia mengatakan seorang pimpinan atau dokter tanpa karyawan atau perawat pendamping dia tidak bisa bekerja sendiri jadi dia tidak semena-mena terhadap karyawan. Cintaku juga menjelaskan tentang pertemanan. Dia sangat kesal karena aku seringkali mengeluh mengenai teman-temanku yang selalu menjatuhkanku dan memanfaatkanku. Dia mengatakan kalau aku terlalu baik dengan orang sehingga orang sangat mudah memanfaatkanku. Ujarnya kita boleh saja berteman namun hanya seadanya. Jika orang malah baik kepada kita, Alhamdulillah, asal kita jangan terlalu baik dengan orang. Tapi apa yang dia katakan terkadang tidak bisa aku lakukan. Karena aku sangat lemah, aku memiliki sifat yang mudah percaya dengan orang lain. Aku selalu menganggap semua orang baik bahkan aku disakiti sekalipun, aku tetap percaya lagi kalau orang itu baik. Mungkin itulah kelamahanku yang kerap kali orang membodohi, memanfaatkan, serta jahat padaku.
Namun perkataannya membuatku sabar menghadapi masalah-masalahku dan aku menjadi bersyukur, dengan adanya masalah berarti Allah masih menyayangiku dan secara tidak langsung Allah menyuruhku untuk selalu dekat dengan-Nya. Sungguh Maha Besar Allah di tengah banyaknya masalah  aku masih dikelilingi orang-orang yang menyayangiku. Terima Kasih Allah dan Terima Kasih Cuntaku yang selalu menguatkan aku.